Showing posts with label Ekonomi 7. Show all posts
Showing posts with label Ekonomi 7. Show all posts

Sunday, 14 March 2021

PERAN IPTEK DAN KEWIRAUSAHAAN DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA

A. Peran IPTEK dalam Kegiatan Ekonomi

Perkembangan ilmu dan teknologi membawa dampak pada bertambahnya kebutuhan manusia. Sehingga manusia dituntut untuk menyediakan alat pemenuhan kebutuhan yang semakin cepat dan bervariasi

1. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK)

Ilmu pengetahuan dan teknologi disingkat dengan IPTEK. IPTEK diartikan suatu ilmu yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia. Perkembangan IPTEK saat ini membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Pesatnya perkembangan IPTEK dapatdilihat dengan semakin bermunculan teknologi canggih yang dapat membantu aktivitas manusia. Perkembangan IPTEK dapat memfasilitasi kegiatan usaha semakin lancar sehinnga dapat menimbulkan kesejahteraan bagi masyarakat. Namun demikian berkembangnya IPTEK memberikan dampak positif dan dampak negatif.

Dampak positif dimaknai bahwa perkembangan IPTEK akan bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Adapun dampak positif dari perkembangan IPTEK antara lain sebagai berikut:

a. Dapat terpenuhi kebutuhan manusia artinya bisa mengurangi permasalahan ekonomi yang dihadapi

b. Dapat membuat segala sesuatu lebih cepat dan mudah.

c. Dapat mempermudah dan memperluas informasi.

d. Menambah wawasan pengetahuan.

Dampak negatif dimaknai bahwa perkembangan IPTEK akan membawa bencana atau kerusakan bagi umat manusia. Adapun dampak negatif yang ditimbulkan dari IPTEK,antara lain:

a. Mempengaruhi pola pikir masyarakat yang negatif jika informasi yang diperoleh melalui internet berisi tentang segala hal bersifat negatif.

b. Dapat menyebabkan polusi, semakin banyak masyarakat menggunakan hasil perkembangan IPTEK, misalnya kendaraan bermotor maka pencemaran juga semakin bertambah.

c. Dapat membuat orang semakin malas, sebagai contoh siswa setiap saat hanya memegang HP dan melupakan kwajiban sebagai siswa untuk belajar.

d. Dapat menimbulkan kerusakan, misalnya kerusakan lingkungan alam sebagai akibat semakin banyak limbah industry yang dibuang oleh perusahaan industry, bahkan mungkin bias jadi suatu saat lahan tersebut dijadikan tempat untuk berdirinya mall.

2. Peran IPTEK dalam Menunjang Kegiatan Ekonomi

Perkembangan Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berperan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan manusia. Karena, IPTEK mampu membantu pemenuhan kebutuhan manusia. Sebagai contoh memesan makanan melaui HP, maka pesanan makanan tersebut akan diantar sampai ke rumah. IPTEK adalah hasil dari kebudayaan manusia yang memberikan kemudahan dalam melakukan aktivitasnya. IPTEK dapat dirasakan saat ini, untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi kehidupan manusia.

Perkembangan IPTEK memiliki dampak positif bagi kegiatan ekonomi, baik di bidang kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi, diuraikan sebagai berikut.

a. Produksi

Peran IPTEK di bidang kegiatan produksi yaitu: sebagai penunjang kebutuhan akan mesin-mesin produksi, bahan baku untuk produksi dan bahan penolong untuk produksi. Adanya IPTEK mempercepat pekerjaan karena tenaga manusia diganti tenaga mesin.

Mesin yang dapat mempercepat kegiatan produksi

b. Distribusi

Peran IPTEK dalam kegiatan distribusi yaitu dapat memberikan kemudahan distribusi barang, dapat memperlancar distribusi barang dan mempercepat barang sampai ke konsumen.Dengan adanya pemesanan dan penjualan online, dapat mempermudah transaksi tanpa harus bertemu langsung dan dapat mempercepat proses distribusi barang dari produsen kepada konsumen.

Distribusi Kendaraan


Distributor sendiri dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 

1) Distributor atau pedagang yang membeli barang dalam jumlah besar dan membelinya langsung dari pabrik atau produsen. Kemudian, menjualnya langsung ke pedagang kecil atau retail. Contohnya seperti grosir, eksportir, dan importir. 

2) Pedagang atau distributor yang membeli dari pedagang besar, lalu menjualnya secara langsung ke konsumen secara eceran. Contohnya seperti pedagang kaki lima, pedagang asongan, minimarket, swalayan, dan lain sebagainya. 

3) Distributor yang hanya mempertemukan penjual dan pembeli. Ia tidak akan bertanggung jawab terhadap barang yang diperantarakan atau yang dijual. Jenis perantara ada tiga, yaitu agen, komisioner, dan makelar / broker / pialang.

d. Konsumsi

Peran IPTEK dalam kegiatan konsumsi dapat memberikan kemudahan konsumen dalam pemenuhan kebutuhan. Konsumen dengan cepat dan mudah memperoleh barang yang dibutuhkan. Pelaku konsumsi bisa merupakan individu, perusahaan, ataupun negara. Seseorang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut sebagai konsumen. Pengertian konsumsi tidak hanya sekedar menghabiskan suatu barang saja, namun dapat juga berupa kegiatan mengurangi nilai guna suatu barang. Barang atau produk yang semakin sering dan semakin lama digunakan maka barang tersebut akan rusak. Seperti kegiatan yang dilakukan dalam sebuah keluarga yaitu menonton televisi. Apakah televisi itu akan rusak? Tentu saja, dalam jangka waktu tertentu akan rusak dan harus diganti dengan yang baru, atau di ganti model yang lebih bagus sesuai merk kekinian. Hal tersebut bisa diartikan mereka sedang mengkonsumsi nilai dari sebuah barang yaitu televisi. Berikut ini adalah gambaran kegiatan konsumsi yang dilakukan suatu rumah tangga.

B. Peran Kewirausahaan dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia

Kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Dalam membangun kewirausahaan dibutuhkan gagasan–gagasan kreatif baik bagi produsen, konsumen, maupun distributor. Kreativitas bagi produsen dibutuhkan karena produsen harus selalu menciptakan ide baru dalam membuat produk-produk baru dan inovasi-inovasi baru. Produsen harus selalu memikirkan bagaimana produknya bisa diterima oleh konsumen. Untuk memahami hakikat dari kreativitas diuraikan sebagai berikut.

1. Kreativitas dan Inovasi sebagai komponen penting kewirausahaan

Kreativitas berasal dari kata kreatif yang bermaknakan memiliki daya cipta. Kreativitas adalah suatu kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan guna menciptakan sesuatu. Dalam artian kemampuan menciptakan, mengubah, memperbaiki, dan menemukan hal-hal yang berhubungan dengan nilai guna suatu barang dan jasa agar lebih bermanfaat. Seseorang dikatakan kreatif apabila mempunyai ciri-ciri sebagai berikut, yaitu: 

(1) mempunyai kebiasaan belajar sendiri, 

(2) bersikap aktif, otonom, bebas, dan progresif;

(3) memiliki rasa ingin tahu, suka mencoba-coba;

(4) belajar dari pengalaman oranglain;

(5) mampu mengajukan gagasan pendapat yang berbeda dengan orang lain; 

(6) mempunyai daya imajinasi yang tinggi; 

(7) cerdas dan disiplin; 

(8) berpikir kedepan; 

(9) mampu membaca peluang yang ada; 

(10) memiliki ide yang cermelang

Kreativitas seseorang dapat digolongkan menjadi empat yaitu: sangat tinggi, tinggi, sedang dan rendah. Tinggi dan rendahnya kreativitas tersebut dipenguruhi oleh faktor lingkungan. Di samping itu, juga didorong oleh faktor empati, semangat untuk berkarya, serta penghargaan atas prestasinya. hasil karya individu yang dihasilkannya. Kreativitas mempunyai peranan yang penting dalam meraih kesuksesan. Oleh karena itu, kreativitas perlu ditumbuhkembangkan sejak masih di bangku sekolah. Proses pengembangan kreativitas dapat dilakukan secara efektif melalui latihan secara terus menerus dan berkelanjutan.

Untuk mengembangkan kreativitas seorang wirausahawan, kita dapat melakukan hal- hal berikut: 

(1) selalu menjaga rasa ingintahu; 

(2) mempertanyakan segala sesuatu; 

(3) mencatat segala hal; 

(5) tulis berbagai ide yang ada di pikiran; 

(6) banyak membaca; 

(7) bergaul dengan banyak orang.

Inovasi adalah memikirkan dan melakukan sesuatu yang baru yang menambah atau menciptakan nilai-nilai manfaat (social/ekonomik). Inovasi diartikan penemuan baru dalam bidang teknologi atau kemampuan dalam memperkenalkan temuan baru yang berbeda dari yang telah ada sebelumnya. Orang yang melakukan inovasi disebut innovator. Inovasi haruslah bermanfaat bagi sang innovator atau orang lain.

Inovasi dibedakan menjadi dua macam antara lain sebagai berikut:

a. Inovasi yang terjadi karena sengaja (invention) yaitu proses munculnya suatu hal baru dari kombinasi hal-hal yangtelahada.

b. Inovasi yang terjadi tanpa sengaja (discovery) yaitu penemuan hal baru, baik berupa alat atau gagasan. Discovery dapat menjadi invention ketika masyarakat mengakui dan dapat memanfaatkan hasil inovasitersebut.

Sesuatu dapat dikatakan inovasi jika memenuhi beberapa syarat, antara lain: baru, berbeda dari sebelumnya atau telahada, dan memberikan manfaat bagi innovator dan orang lain.

Ciri-ciri sebuah inovasi, antara lain:

a. Mempunyai sebuah kekhasan/khusus artinya suatu inovasi mempunyai ciri yang khas dalam arti ide, program, tatanan, sistem, termasuk kemungkinan pada hasil yangdiharapkan.

b. Mempunyai ciri atau unsur kebaruan, dalam arti suatu inovasi harus mempunyai suatu karakteristik sebagai sebuah karya dan buah pemikiran yang mempunyai kadar orsinalitas dankebaruan.

c. Pada program inovasi dilaksanakan melalui program yang terencana, dalam arti bahwa sebuah inovasi dilakukan melalui suatu proses yang yang tidak terburu-buru, namun keg-inovasi dipersiapkan dengan secara matang dengan program yang jelas dan terencana terlebihdahulu.

d. Inovasi yang digulirkan mempunyai tujuan, program inovasi yang dilakukan harus mempunyai arah yang ingin dicapai, termasuk arah dan strategi mencapai suatu tujuan.

Hasil kerajinan dari barang bekas

2.Kewirausahaan

Kewirausahaan secara harafiah diambil dari istilah wirausaha. Wirausaha ini berasal dari kata wira dan usaha. Wira artinya utama, gagah, luhur, berani, teladan, atau pejuang. Usaha artinya kegiatan yang dilakukan terus dalam mengelola sumber daya untuk mendapatkan keuntungan. Arti wirausaha adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk melakukan usaha dalam upaya memperolah keuntungan. Sesorang yang melakukan kegiatan wirausaha disebut wirausahawan. Wirausahawan dalam bahasa Inggris disebut dengan istilah entrepreneur. Wirausahawan adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru. Wirausahawan berbeda dengan pekerja. Wirausahawan selalu berkeinginan untuk menciptakan hal-hal baru sedangkan pekerja selalu menginginkan pekerjaan dan bagaimana untuk mempertahankannya. Wirausaha juga berbeda dengan manajer.

Wirausaha merintis usaha dari kecil hingga mengembangkannya sampai besar, memanfaatkan kesempatan yang, dan berani mengambil resiko. Adapun manajer memasuki organisasi setelah besar, mempunyai kemampuan managerial yang lebih baik, dapat mengelola sumber daya dengan baik, dan berhati-hati terhadap resiko. 

Seseorang dianggap sebagai wirausaha, apabila memiliki ciri- ciri sebagai berikut: 

(1) percaya diri, 

(2) berkepribadian kuat, 

(3) bersikap mental wirausaha, 

(4) mampu menangkap peluang, 

(5) mampu mencari informasi, 

(6) berorientasi pada tugas danhasil,

(7) berani mengambil resiko, 

(8) memiliki jiwa kepemimpinan, 

(9) keorisinilan, 

(10) berorientasi ke masa depan, 

(11) peka terhadap lingkungan

a. Peran Kewirausahaan dalam perekonomian

Wirausahawan memiliki peran penting dalam perekonomian suatu Negara. Peran wirausahawan dibutuhkan suatu negara karena dapat menjadi penentu keberhasilan pembangunan ekonomi. Peran wirausahawan dalam perekonomian suatu negara antara lain:

1) Menggerakkan kegiatan ekonomi suatunegara

2) Mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi

3) Meningkatkan taraf hidup masyarakat

4) Mengatasi masalah pengangguran

5) Mengatasi kesenjangan sosial

6) Meningkatkan produktifitas usaha

7) Meningkatkan penerimaan negara

8) Meningkatkan pengelolaan faktor produksi

9) Mendorong inovasi produk baru

b. Media Pengembangan Jiwa Kewirausahaan di Sekolah

Koperasi siswa (Kopsis) adalah salah satu program ekstrakulikuler yang dapat dimanfaatkan yang memiliki kekhasan tersendiri dibandingkan program ekstrakurikuler lainnya. Kopsis memiliki fungsi ganda yakni sebagai organisasi pendidikan sekaligus sebagai organisasi usaha. Jika kewirausahaan diidentikkan dengan aspek usaha, Kopsis merupakan program ekstrakurikuler yang paling tepat sebagai sarana pengembangan jiwa kewirausahaan di kalangan siswa, karena hanya Kopsis yang memiliki fungsi legal untuk melaksanakan aktivitas usaha dan tentunya usaha yang berorientasikan pada pemenuhan kebutuhan siswa serta berfungsi sebagai wahana pembelajaran bagi siswa (center of enterpreneurship education). Kewirausahaan dalam pengertian luas dapat dikembangkan di setiap organisasi kesiswaan yang ada di lingkungan sekolah.

C. Hubungan Kelangkaan dengan Permintaan-Penawaran untuk kesejahteraan dan Persatuan Bangsa Indonesia

Kelangkaan merupakan persolan ekonomi yang paling mendasar dikarenakan keinginan manusia yang tidak terbatas dengan ketersediaan sumber daya yang terbatas. Kelangkaan terjadi karena kebutuhan manusia lebih besar daripada jumlah sumber daya yang tersedia. Penyebab kelangkaan antara lain: perbedaan letak geografis, keterbatasan sumber daya produksi, laju pertumbuhan penduduk yang cepat, perkembangan teknologi yang lambat, bencana dan kerusakan alam, serta eksploitasi sumber daya secara berlebihan.

Demikian besar dampak negatif yang ditimbulkan dari perusahaan. Oleh karena itu, perlu upaya untuk mengatasinya. 

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kelangkaan, antara lain: 

(1) melakukan penghematan sumber daya alam, 

(2) selalu menjaga dan melestarikan sumber daya alam, 

(3) menciptakan barang pengganti (barang substitusi), 

(4) melakukan peningkatan pengelolaan berbagai sumber daya alam sehingga hasilnya akan lebih bermanfaat.

Kelangkaan sumber daya alam dapat menimbulkan penawaran barang dan atau jasa. Di daerah yang kelebihan hasil produksi, jumlah barang atau jasa yang ditawarkan meningkat. Kondisi ini menyebabkan harga barang didaerah tersebut menjadi murah. Sebaliknya pada daerah yang kekurangan harga barang menjadi mahal. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan melakukan distribusi barang dan/atau jasa.

Pasar merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli. Pasar erat kaitannya dengan distribusi, karena pasar merupakan sarana yang efektif dalam kegiatan distribusi. Sesuai dengan fungsinya pasar sebagai tempat promosi, distribusi, dan pembentuk harga. Dalam kegiatan distribusi, pasar juga sebagai tempat terjadinya transaksi jual beli.

Pasar berperan penting bagi pelaku ekonomi dalam rangka menjamin kelangsungan kegiatan ekonominya. Peran pasar dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Peranan Pasar bagi Produsen, antara lain:

  • Mempromosikan hasil produksi kepada masyarakat
  • Mengembangkan, meningkatkan dan memperluas usaha
  • Menentukan tingkat harga produk tertentu
  • Memasarkan atau menyalurkan hasil produksi secara langsung

2. Peranan Pasar bagi Konsumen, antara lain

  • Memudahkan konsumen untuk mendapatkan barang ataujasa
  • Menjadi sarana konsumen untuk menawarkan berbagai sumberproduksi

3. Peranan Pasar bagi Pembangunan Ekonomi, antara lain

  • Menggerakkan kegiatan ekonomi melalui jual beli
  • Menyediakan bahan baku bagi pelaksanaan pembangunan
  • Menjadi sumber penerimaan pemerintah melalui penyewaan kios dan retribusi pasar

4. Peranan Pasar bagi Sumber Daya Manusia, antara lain

  • Memudahkan perusahaan mencari tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan
  • Sebagai usaha memperoleh informasi ketenagakerjaan yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja

Thursday, 25 February 2021

KEGIATAN POKOK EKONOMI (PRODUKSI, DISTRIBUSI, KONSUMSI)

 Kegiatan Pokok Ekonomi

Kegiatan pokok ekonomi dibedakan menjadi tiga, yaitu: produksi, konsumsi, dan ditribusi, Berikut uraiannya:

1. Kegiatan Produksi

a. Pengertian dan Tujuan Produksi

Produksi dalam arti sempit dimaknai membuat barang. Produksi dalam arti luas dimaknai suatu kegiatan manusia untuk menghasilkan dan menambah nilai guna barang atau jasa agar lebih berguna bagi pemenuhan kebutuhan manusia. Upaya menambah nilai guna ini dilakukan dengan menggunakan faktor- faktor produksi yang tersedia yakni sumber daya fisik, tenaga kerja, modal, kewirausahaan dan sumber daya informasi. Orang atau badan yang melakukan kegiatan produksi disebut produsen. Sementara itu, barang atau jasa yang dihasilkan dari kegiatan produksi disebut produk. Produsen dalam memproduksi barang dan jasa,bertujuanuntuk:(1)menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat;(2) memperoleh keuntungan; (3) meningkatkan kemakmuran masyarakat; (4) meningkatkan nilai guna suatu barang sehingga lebih berguna atau bermanfaat.

b. Nilai Guna Barang

Kegiatan produksi merupakan kegiatan yang dapat meningkatkan nilai guna suatu barang dan jasa. Nilai guna barang dan jasa akan ditentukan oleh bentuk, tempat, waktu dan kepemilikan. Untuk dapat memenuhi kebutuhan konsumen, barang dan jasa terlebih dahulu harus diciptakan sehingga memiliki nilai guna (pelajari kembali macam nilai guna, Gambar 3.2 di atas).

c. Faktor-faktor Produksi

Faktor produksi dikenal dengan istilah sumber daya ekonomi. Faktor-faktor produksi diartikan semua benda atau alat-alat yang digunakan untuk menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa. Faktor produksi terdiri atas sumber daya fisik, tenaga kerja, modal, kewirausahaan.

Faktor produksi dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu faktor produksi asli dan turunan. Faktor produksi asli atau primer yaitu faktor produksi yang berhubungan langsung dan telah tersedia di alam. Faktor produksi asli terdiri atas sumber daya alam dan tenaga kerja. Di sebut faktor produksi asli, karena faktor produksi tersebut sudah disediakan oleh alam sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa. Faktor produksi turunan atau sekunder yaitu: faktor produksi yang tidak berhubungan langsung dengan alam dan merupakan faktor hasil pemikiran dan perkembangan budaya manusia. Faktor produksi turunan, meliputi modal dan entrepreneurship atau kewirausahaan. Pada perkembangannya, faktor sumber daya alam diperluas cakupannya menjadi seluruh benda tangible (nyata), baik langsung dari alam maupun tidak, yang digunakan oleh perusahaan yang kemudian disebut sebagai faktor fisik (physical resources)

1) Faktor Produksi Fisik (physicalresources)

Faktor produksi fisik (natural resources). Faktor produksi fisik adalah semua kekayaan alam yang terdapat di alam dan bahan lainnya untuk dimanfaatkan dalam proses produksi. Faktor yang termasuk di dalamnya adalah tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan bahan mentah lainnya.

2) Faktor Produksi Tenaga Kerja(Labour)

Tenaga kerja atau sumber daya manusia adalah segala kegiatan manusia baik fisik atau rohani yang ditujukan untuk keperluan produksi. Berdasarkan kualitasnya tenaga kerja dibagi tiga yaitu:

a) Tenaga kerja terdidik (skilled labour), yaitu: tenaga kerja yang memerlukan pendidikan, sehingga menjadi ahli di bidangnya. Contoh: pengacara, dokter, akuntan, guru, pilot danlain-lain.

b) Tenaga kerja terlatih (trained labour), yaitu: tenaga kerja yang terampil dalam bidangnya melalui latihan-latihan tertentu. Contoh: sopir, operator mesin, masinis, penjahit, montir dansebagainya.

c) Tenaga kerja kasar (unskilled labour), yaitu: tenaga kerja yang tidak melalui pendidikan atau latihan tertentu. Contoh: tukang parkir, buruh gendong, pemulung, kuli bangunan danlain-lain

3) Faktor Produksi Modal

Faktor produksi modal adalah alat atau bahan yang dapat digunakan lebih lanjut untuk menghasilkan barang atau jasa. Modal digolongkan berdasarkan sifat, subjek, wujud dan sumbernya.

4) Faktor Produksi Kewirausahaan

Faktor produksi kewirausahaan adalah kemampuan, keahlian, dan keterampilan dalam mengkombinasikan faktor-faktor produksi dalam rangka memproduksi barang dan jasa secara efektif dan efisien. Orang yang mempunyai kemampuan kewirausahaan disebut wirausahawan. Jadi, wirausahawan harus dapat merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan dan mengendalikan usaha.

5) Faktor Produksi Informasi

Faktor produksi informasi adalah seluruh data yang dibutuhkan perusahaan untuk menjalankan bisnisnya yang berupa ramalan kondisi pasar, pengetahuan yang dimiliki oleh karyawan, dan data-data ekonomi lainnya.

d. Macam-macam Kegiatan Produksi

Secara garis besar, usaha-usaha produksi dapat digolongkan berikut ini:

1) Produksi langsung

Produksi langsung adalah produksi yang menghasilkan barang secara langsung. Produksi langsung dapat dibedakan menjadi tiga:

a) Produksi primer, yaitu kegiatan produksi yang menghasilkan barang secara langsung dari alam. Contoh: pertanian, kehutanan, pertambangan danperikanan.

b) Produksi sekunder, yaitu: kegiatan produksi yang menggunakan bahan-bahan untuk meningkatkan nilai guna atau kergiatan mengolah barang mentah menjadi barang jadi. Contoh: produksi pakaian, sepatu, kendaraan, membuat kapal, mendirikan gedung dansebagainya.

c) Produksi tertier, yaitu: usaha-usaha yang mendukung kelancaran produksi. Misalnya: perdagangan, perbankan, asuransi, pengangkutan dansebagainya.

2) Produksi tidak langsung

Produksi tidak langsung adalah produksi yang secara tidak langsung membantu kegiatan produksi, kegiatan produksi ini hanya memberikan jasa-jasa yang sangat berguna bagi perusahaan. Contoh: kegiatan yang dilaksanakan oleh para ilmuwan untuk menemukan obat yang berguna untuk menyebuhkan suatu penyakit. Selanjutnya, perusahaan obat akan memproduksi obat tersebut. Jadi, kegiatan yang dialakukan oleh para ilmuwan tersebut termasuk produksi tidak langsung.

e. Cara-cara Meningkatkan Jumlah dan Mutu Hasil Produksi

Peningkatan jumlah dan mutu hasil produksi dapat dilakukan dengan cara ekstensifikasi, intensifikasi, diversifikasi, dan mekanisasi, dijelaskan sebagai berikut.

1) Ekstensifikasi, yaitu: usaha menambah atau memperluas jumlah faktor produksi.

2) Intensifikasi, yaitu: usaha meningkatkan hasil produksi dengan cara meningkatkan kemampuan produktivitas faktor-faktor produksi yang telah ada.

3) Diversifikasi, yaitu: usaha perluasan produksi dengan cara menambah jenis hasil produksi.

4) Mekanisasi, yaitu: usaha peningkatan mutu dan hasil produksi dengan cara menggunakan mesin-mesin sebagai alat bantu.

f. Kegiatan Produksi di Masa Pandemi Covid-19.

Pandemik Covid-19 telah menyebabkan terganggunya kegiatan ekonomi bisnis secara ekstrim–khususnya sektor produksi, sehingga jalinan mata rantai sektor terkait juga terganggu, bahkan sudah ada yang mengalami stagnasi. Pemerintah telah berupaya melakukan mitigasi atas kemungkinan terpuruknya dunia usaha. Hal yang sama, dilakukan oleh hampir semua negara di dunia dengan mengalokasikan anggaran khusus penanganan dampak ekonomi akibat Covid-19.

Menurut riset dari Moody’s industri yang paling terkena dampaknya terbagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama, yang paling terkena dampak cukup tinggi yaitu industri seperti garment, otomotif, supplier otomotif, konsumer, pariwisata, maskapai penerbangan, hingga pengiriman. Bagian kedua, yang terkena dampak secara moderat adalah industri minuman, kimia, manufaktur, media, logam dan tambang, minyak dan gas, properti, agrikultur hingga perusahaan teknologi hardware. Pada bagian ketiga yang terkena dampak agak minim adalah industri-industri seperti konstruksi, pertahanan, peralatan, transportasi, farmasi, pengemasan, ritel makanan hingga telekomunikasi.(https://www.akseleran.co.id/blog/dampak-corona).

Salah satu sektor yang kena dampak COVID-19 ini adalah perindustrian. Dampaknya terhadap keberlangsungan industri kecil, menengah dengan menurunnya penjualan, ketersediaan dan harga bahan baku naik, produksi terhambat, penurunan daya beli masyarakat, tenaga kerja dirumahkan, defisit akibat penurunan penjualan. Hal yang berbeda terjadi pada Industri kurir di Indonesia mengalami pertumbuhan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir seiring dengan pertumbuhan perdagangan online di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), dalam 10 tahun terakhir industri e-commerce Indonesia mengalami peningkatan hingga 17 persen dengan total jumlah usaha e-commerce mencapai 26,2 juta unit. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Pandemik Covid-19 tidak hanya membawa dampak negatif bagi sektor produksi, namun ada juga dampak positif yang membawa perubahanbagi industri yang menggunakan IT seperti industri ecommerce(https://wartaekonomi.co.id). 

2. Kegiatan Distribusi

a. Pengertian dan Tujuan Distribusi

Kegiatan menyalurkan barang dari produsen ke konsumen disebut distribusi. Adapun orang atau badan yang melakukan kegiatan distribusi disebut distributor. Apabila kegiatan distribusi lancar maka masyarakat akan mudah memperoleh barang dan jasa guna memenuhi kebutuhannya dan pihakprodusen akan lebih cepat memasarkan hasil produksinya sehingga akan semakin cepat memperoleh keuntungan yang lebih banyak. Lain halnya jika kegiatan distribusi tidak lancar, maka konsumen akan kesulitan memperoleh barang dan jasa yang dibutuhkan, begitu juga produsen akan mengalami kerugian karena barang yang dihasilkan akan menumpuk digudang sehingga menghambat kelancaran dalam menjualbarang.

Distribusi turut mempengaruhi kehidupan perekonomian. Kegiatan distribusi mempunyai bertujuan untuk:

1) Menyalurkan barang dari produsen kapada konsumen, melalui toko-toko, supermarket atau swalayan dengan tujuan mempermudah para konsumen untuk mendapatkan barang kebutuhansehari-hari

2) Agar hasil produksi barang dan jasa lebih berguna bagi masyarakat yangmembutuhkan.

3) Kebutuhan masyarakat akan barang/jasaterpenuhi.

4) Agar kontinuitas kegiatan produksi dari produsen dapat terjamin, karena hasil penjualan produk- produk perusahaan akan memperoleh keuntungan yang dapat melangsungkan dan meneruskan jalannya kegiatanproduksi.

b. Fungsi Distribusi

Kegiatan distribusi memiliki fungsi pertukaran, penyediaan fisik, dan penunjang.

1) Fungsi pertukaran, yaitu: kegiatan distribusi berperan dalam pemilihan barang yang akan di beli konsumen atas kualitas, kemasan, harga dan pelayanan yang dikehendaki olehkonsumen.

2) Fungsi penyediaan fisik, yaitu: kegiatan pemindahan barang secara fisik dari produsen ke konsumen. Distribusi meliputi kegiatan pengumpulan, penyimpanan dan pengangkutanbarang.

3) Fungsi penunjang, yaitu: kegiatan distribusi dapat membantu menunjang fungsi pertukaran dan fungsi penyediaan fisik agar dapat terlaksana denganbaik.

c. Sistem Distribusi

Kegiatan menyalurkan barang dan jasa dari produsen ke konsumen dapat dilakukan dengan cara:

1) Distribusi langsung adalah distribusi barang/jasa tanpa melalui perantara sehingga penyaluran langsung dari produsen kepada konsumen.Contoh: pedagang sate langsung menjual barang kepada konsumen.

2) Distribusi semi langsung adalah sistem distribusi dari produsen ke konsumen melalui pedagang perantara yang merupakan bagian dari produsen. Contoh: perusahaan sepatu “Buccheri” menjual hasil produksinya di toko Buccheri milik perusahaan tersebut.

3) Distribusi tidak langsung adalah sistem distribusi dari produsen kepada konsumen melalui agen, grosir, pedagang kecil yang bertindak sebagai pedagangperantara.

Kegiatan Distribusi di Masa Pandemi Covid-19.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk juga Indonesia mengubah perilaku di segala lini kehidupan termasuk juga pada kegiatan distribusi. Kegiatan menyampaikan produk dari produsen ke konsumen yang terkenal dengan istilah kegiatan jual-beli. Kegiatan jual-beli mengalami perubahan tata cara kebiasaan baru untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan menghindari kerumunan.

Pertumbuhan pemesanan e-commerce yang semakin pesat pun terjadi pada bulan Maret 2020, tepatnya setelah wabah Virus Corona (Covid-19) menyebar di Indonesia. Peningkatan belanja digital tersebut terjadi karena masyarakat lebih memilih untuk membeli kebutuhannya secara online, hal tersebut sejalan dengan pemberlakuan kebijakan pemerintah yaitu bekerja dari rumah atau work from home (WFH) serta perpanjangan masa belajar di rumah.

Pertumbuhan e-commerce pada kondisi seperti sekarang ini membuka peluang besar bagi jasa ekspedisi pengiriman barang antar daerah, baik domestik maupun luar negeri untuk dapat berkontribusi dalam proses pengiriman. Jasa kurir juga berperan penting dalam menunjang kelancaran bisnis suatu perusahaan yang memerlukan layanan pengiriman secara cepat dan aman.

Sejak penyebaran Virus Corona di Indonesia, sejumlah perusahaan jasa pengiriman barang mencatat kenaikan pengiriman barang mencapai 80%. Pada kondisi sekarang ini, sekitar 60% sampai 70% transaksi pengiriman barang perusahaan berasal dari e-commerce. Namun, terdapat perusahan jasa pengiriman barang yang menyatakan kenaikan pengiriman tidak begitu signifikan bahkan mengalami penurunan.

Saat ini, industri kurir yang berfokus pada pengiriman paket secara cepat atau last mile delivery mengalami lonjakan pengiriman terutama pada komoditas pangan dan barang-barang kebutuhan pokok. Jenis barang yang mengalami peningkatan pengiriman di antaranya adalah produk makanan, sayur dan buah-buahan, alat kesehatan, serta bahan kimia untuk cairan pembersih. Semakin meningkatnya jumlah pemesanan dalam e-commerce, ditunjang oleh layanan yang diberikan jasa kurir juga semakin berkembang, mulai dari sistem tracking, e-wallet, sampai multidrop. Sistem tracking memungkinkan konsumen bisa memantau jasa kurir online yang sedang bertugas mengantarkan barangnya. Sementara e-wallet adalah proses pembayaran yang bisa digunakan oleh konsumen, sehingga tidak perlu kesulitan untuk mentransfer ataupun membayar langsung secara tunai, sedangkan sistem multidrop memungkinkan konsumen mengirimkan barang dari satu asal ke beberapa tujuan dalam satu kali pengiriman. Begitu juga sebaliknya, konsumen dapat mengirimkan barang dari beberapa barang ke satu tujuan.

Walaupun saat ini kegiatan jual beli online dinilai menjadi solusi terbaik yang dapat dilakukan untuk mengurangi kekhawatiran konsumen dan juga mencegah risiko penularan antar manusia, tentu ada peraturan khusus dan tindakan preventif yang diberlakukan oleh perusahaan-perusahaan pengiriman barang dalam kondisi pandemi seperti ini.Tindakan preventif itu dilakukan sebagai upaya agar pengiriman barang dari transaksi jual beli online tidak terganggu dengan adanya pandemi. Beberapa langkah preventif tersebut di antaranya adalah dengan mewajibkan para karyawan untuk menggunakan masker dan sarung tangan baik saat menyortir barang, pengambilan barang, hingga pengantaran serta selalu melakukan pengecekan suhu tubuh seluruh karyawan.Selain itu, beberapa perusahaan juga telah menginstruksikan untuk menyemprotkan desinfektan pada seluruh cabang dan setiap paket yang akan dikirimkan serta memberikan edukasi mengenai upaya antisipatif dan pencegahan penyebaran virus melalui setiap station pengiriman barang.

3. Kegiatan Konsumsi

Konsumsi tidak sebatas pada kegiatan makan dan minum saja. Manusia memiliki kebutuhan tak terbatas. Akibatnya konsumsi yang dilakukan manusia memiliki ruang lingkup yang luas, berbagai kegiatan yang menyangkut pemenuhan kebutuhan. Beberapa pelaku kegiatan konsumsi yaitu perorangan, rumah tangga keluarga, BUMS dan pemerintah. Berikut penjelasannya.

a. Kegiatan KonsumsiPerorangan

1) Pengertian Konsumsi

Pengertian Konsumsi diartikan sebagi suatu kegiatan yang dilakukan manusia dalam upaya memenuhi kebutuhan dengan cara menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang atau jasa, baik secara berangsur-angsur maupun sekaligus. Kegiatan mengkonsumsi barang dan jasa memiliki beberapa tujuan:

a) Mengurangi nilai guna barang dan jasa, baik bertahap maupunlangsung

b) Menghabiskan nilai guna barang dan jasasekaligus

c) Mengurangi nilai guna barang dan jasa, baik ertahap maupunlangsung

d) Memuaskan kebutuhanjasmani

e) Memuaskan kebutuhan rohani Mencapai kemakmuran

2) Pola konsumsi dan faktor yangmempengaruhi

Pola konsumsi adalah bentuk (struktur) pengeluaran individu/kelompok dalam rangka pemakaian barang dan jasa hasil produksi guna memenuhi kebutuhan. Beberapa faktor yang mempengaruhi pola konsumsi seseorang yaitu: pendapatan, harga barang dan jasa, jumlah keluarga, kebiasaan konsumen, selera konsumen, adat istiadat.

3) Perilaku konsumtif

Konsumsi merupakan kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna barang dan jasa dalam memenuhi kebutuhan. Orang yang melakukan kegiatan konsumsi disebut konsumen. Dalam melakukan kegiatan konsumsi, konsumen akan selalu berusaha mencapai kepuasan setinggi-tingginya dengan alat Pemenuhan yang ada. Bahkan kadang-kadang untuk mencapai kepuasan yang setinggi-tingginya, manusia akan membelanjakan seluruh penghasilannya untuk membeli barang dan jasa yang sebenarnya belum dibutuhkan. Kecenderungan inilah yang disebut dengan perilaku konsumtif. Ciri orang yang berperilaku konsumtif, antara lain: (1) membeli barang dan jasa tanpa memperhatikan tingkat kepentingannya; (2) tidak senang menabung/boros; (3) tidak rasional dalam melakukan kegiatan kosumsi; (4) tidak berpedoman pada prinsip ekonomi.

Dilihat dari segi ekonomi, perilaku konsumtif memiliki dua aspek, yaitu: aspek positif dan negatif. Aspekperilakukonsumtif,meliputi:(1)mendorongmanusiauntukmeningkatkanpendapatannya;(2) Terbukanya pasar yang luas bagi para produsen; (3) terbukanya lapangan kerja yang lebih banyak. Aspek negatif perilaku konsumtif, meliputi: (1) hidup dalam pemborosan, (2) mengurangi kesempatan berinvestasi, dan (3) hidupberfoya-foya.

b. Kegiatan Konsumsi Rumah Tangga Keluarga

Kegiatan konsumsi yang dilakukan keluarga disebut kegiatan konsumsi rumah tangga keluarga. Kegiatan konsumsi rumah tangga keluarga meliputi makan, minum, berpakaian, penggunaan listrik, penggunaan telepon dan lain-lain. Atas dasar keragaman kebutuhan inilah perlu diatur pengeluaran ekonomi rumah tangga.

Pendapatan rumah tangga keluarga dapat berasal dari gaji, laba usaha, bunga bank, uang sewa atau yang lainnya tergantung pada jenis pekerjaan dan usaha setiap keluarga. Pengeluaran rumah tangga keluarga bermacam-macam seperti jumlah anggota keluarga, pendapatan, selera.

Agar setiap keluarga dapat melakukan kegiatan konsumsi secara rasional dan menerapkan prinsip ekonomi, perlu disusun anggaran belanja keluarga dengan langkah-langkah berikut: (1) memperkirakan pendapatan yang diperoleh pada bulan yang akan datang; (2) menyusun daftar barang dan jasa yang dibutuhkan untuk bulan berikutnya; (3) memperkirakan harga barangdan jasa yang akan dibeli; (4) menjumlahkan pendapatan dan pengeluaran kemudian membandingkannya.

Meskipun anggaran belanja keluarga telah disusun dengan cermat dan telah menerapkan prinsip ekonomi, tetapi dalam kenyataannya sering terjadi jumlah pengeluaran keluarga lebih besar dari pada penghasilannya. Hal ini akan menimbulkan defisit (kekurangan) dalam anggaran belanja. Berikut ini adalah hal-hal yang dilakukan oleh rumah tangga keluarga jika mengalami defisit dalam anggaran belanjanya:

1) Mencari tambahan pendapatan dengan membuka usaha sampingan

2) Bila tidak dapat menambah pendapatan, pengeluaran harusdikurangi

3) Memilih dengan tepat kebutuhan-kebutuhan mana yang paling mendesak di antara berbagai kebutuhan yang ada, kemudian membuat skala prioritas.

4) Tidak bersikap konsumtif

c. Kegiatan Konsumsi Badan Usaha MilikSwasta

Seperti halnya rumah tangga keluarga, badan usaha swasta juga mempunyai kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi guna menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Setiap badan usaha mempunyai anggaran pengeluaran. Bentuk pengeluaran perusahaan yang satu akan berbeda dengan perusahaanyang lain, yang dipengaruhi beberapa faktor, yaitu: (1) bidang usaha perusahaan, (2) barang atau jasa yang dihasilkan, (3) bentuk badan usaha (perorangan, firma, PT, CV), dan (4) besar kecilnyaperusahaan.

Berikut beberapa contoh pengeluaran yang dilakukan perusahaan, meliputi: (1) membeli peralatan dan perlengkapan kantor dan pabrik; (2) biaya operasional, misalnya untuk membeli bahan baku, gaji karyawan, bahan bakar; (3) pengeluaran untuk perawatan gedung, mesin dan lain-lain; (4) biaya umum meliputi pembayaran rekening telepon, rekening listrik, koran dll.

d. Kegiatan Konsumsi Pemerintah

Dalam menjalankan tugasnya dan melaksanakan program pembangunan, pemerintah memerlukan barang dan jasa untuk memperlancar tugasnya tersebut. Konsumsi pemerintah dapat dilihat di dalam APBN. Secara garis besar, pengeluaran pemerintah dapat digolongkan menjadi dua macam, yaitu pengeluaran rutin dan pengeluaran pembangunan. Berikut ini contoh anggaran pengeluaran pemerintah

1) Pengeluaran rutin pemerintah

Pengeluaran rutin pemerintah digunakan untuk membiayai pelaksanaan roda pemerintahan sehari-hari. Contohnya, (1) membayar gaji pegawai negeri, (2) membeli barang-barang kebutuhan pemerintah, (3) membayar bunga dan cicilan utang pemerintah, dan (4) memberikan subsidi BBM

2) Pengeluaran pembangunan

Pengeluaran ini bersifat menambah modal masyarakat dalam bentuk prasarana fisik. Contoh: membiayai pembangunan (misalnya: sekolah, jalan raya, sarana kesehatan, sarana transportasi dan lain- lain) dan membayar utang luar negeri dalam rangka melaksanakan pembangunan.

Kegiatan Konsumsi di Masa Pandemi Covid-19.

Konsumsi rumah tangga pada saat pandemi mengalami pola perubahan. Physical Distancing atau pembatasan kegiatan masyarakat yang diterapkan pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk mengurangi dampak virus Covid-19 mempengaruhi perubahan pola konsumsi masyarakat ini. Kegiatan masyarakat yang lebih banyak dilakukan di rumah saja, menyebabkan masyarakat mengurangi beberapa porsi konsumsi rumah tangganya.

Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PKRT) merupakan komponen utama dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PKRT mampu menyumbang lebih dari separuh (62,30 persen) terhadap PDRB Jawa Tengah. Dalam rilis BPS Provinsi Jawa Tengah, komponen PKRT melemah dibanding triwulan yang sama tahun sebelumnya. PKRT mengalami pertumbuhan sebesar 3,46 persen, sedangkan pada triwulan 1 2019 pertumbuhannya mencapai 4,79 persen.

Porsi PKRT yang demikian besar terhadap PDRB sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, sehingga ketika PKRT melemah, maka pertumbuhan ekonomi juga turut melemah. Melemahnya pertumbuhan konsumsi rumah tangga perlu diwaspadai, sebab berpengaruh pada daya beli. Upaya untuk menjaga daya beli guna mempertahankan kesejahteraan penduduk di tengah dinamika ekonomi yang terjadi saat ini. Pada masa pandemi menyebabkan fokus pengeluaran masyarakat pada bahan kebutuhan pokok yaitu jasa kesehatan, karena masyarakat saat pandemi sangat konsen terhadap kesehatan. pola konsumsi saat pandemi berpengaruh secara ekonomi. Physical distancing selama pandemi, menyebabkan berkurangnya pendapatan masyarakat ekonomi bawah, sehingga mengalami kesulitan dalam pemenuhan konsumsi rumah tangganya. Pemerintah telah mengambil langkah untuk mengantisipasi dampak virus corona seperti percepatan pencairan dana bantuan sosial, implementasi program kartu prakerja. 

Friday, 5 February 2021

Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan

 Permintaan, Penawaran dan Harga Keseimbangan

Permintaan dan Penawaran oleh Uswatul Muzayanah
Download PPT di sini

1. Permintaan (Demand)

a. Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang dan jasa tertentu yang diminta (dibeli) pada berbagai kemungkinan tingkat harga dan dalam waktu tertentu. Permintaan tercipta apabila pembeli memiliki keinginan untuk membeli barang dan jasa yang disertai oleh kemampuan untuk membayarnya. Permintaan akan barang dan jasa antara masing-masing orang tidaklah sama, karena masing-masing memiliki kemampuan yang berbeda-beda.

b. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan

Kemampuan manusia untuk melakukan permintaan terhadap barang dan jasa sangatlah terbatas. Keterbatasan manusia dalam melakukan permintaan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan dan konsumsi sebagai berikut: (1) intensitas kebutuhan, (2) daya Beli masyarakat, (3) selera masyarakat, (4) harga barang subtitusi atau barang komplementer, (5) jumlah penduduk, (6) harga masa depan, (5) distribusi pendapatan, dan (6) waktu.

c. Macam-Macam Permintaan

Permintaan barang dan jasa, dapat dilihat dari dua macam yaitu: jumlah konsumennya, dan daya beli.

1) Dilihat dari jumlah konsumennya

Permintaan dilihat dari jumlah konsumenya dibagi menjadi dua macam, yaitu : individu, dan kelompok.

  1. Permintaan individu adalah permintaan yang datang dari seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Misalnya Arman setiap hari memerlukan 2 liter pertamax, sedangkan Karyanto memerlukan 4 liter pertamax
  2. Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perseorangan/individu.

2) Dilihat dari daya beli

Permintaan dilihat dari daya beli, dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  1. Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Dalam hal ini menunjukkan kemampuan seseorang/masyarakat untuk membeli barang/jasa secara langsung melakukan transaksi. Pada permintaan jenis ini seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.
  2. Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan membeli, tetapi belum bisa membeli barang/jasa tersebut. Misalnya, Pak Hendrawan sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli mobil, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli mobil.
  3. Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli.

d. Hukum Permintaan

Menurut hukum permintaan adalah hukum yang menjelaskan tentang adanya hubungan yang bersifat negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang yang diminta. Bunyi hukum permintaan adalah “semakin rendah harga suatu barang atau jasa, semakin besar jumlah permintaan terhadap barang atau jasa tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi harga suatu barang atau jasa semakin kecil permintaan untuk barang atau jasa.” Hukum permintaan berlaku jika keadaan-keadaan lain tetap (ceteris paribus), seperti selera konsumen tidak berubah, pendapatan konsumen tetap, harga barang subtitusi tetap, dan lain-lain.

e. Kurva Permintaan

Permintaan terhadap suatu barang atau jasa pada berbagai tingkat harga akan membentuk kurva permintaan. Kurva permintaan menggambarkan hubungan antara jumlah barang atau jasa yang diminta dengan tingkat-tingkat harga tertentu. Kurva permintaan adalah suatu grafik yang menggambarkan sifat hubungan antara jumlah permintaan barang/jasa dengan tingkat harganya dalam berbagai kondisi. Perhatikan tabel dan kurva permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga di bawah ini!

Kurva permintaan

Dari kurva di atas terlihat bahwa kurva permintaan bergerak dari kiri atas (Demand Kurve) ke kanan bawah (mempunyai kemiringan ke bawah). Artinya apabila harga turun, maka jumlah barang dan jasa yang diminta naik. Kenaikan jumlah bawang merah yang dibeli dari 900 kg menjadi 1.000 kg karena harganya turun dari Rp500 menjadi Rp250 tidak boleh dinyatakan sebagai kenaikan permintaan, melainkan kenaikan jumlah barang yang diminta. Ragam alasan kenaikan tersebut masih berada dalam satu kurva permintaan yang sama, jika tidak disebabkan oleh faktor lain selain harga. Perhatikan grafik di atas. 

Bagaimana cara membuat kurva permintaan? 
Simak video di bawah ini

Membuat Kurva Permintaan


2. Penawaran (Supply)
a. Pengertian Penawaran
Penawaran suatu barang bersumber dari beberapa produsen yang menghasilkan barang yang menawarkan barangnya di pasar. Penawaran dari kata tawar yang berarti “membujuk/merayu”. Penawaran adalah suatu proses cara menawarkan barang dan jasa. Penawaran adalah keseluruhan jumlah barang yang ditawarkan pada waktu tertentu dengan berbagai tingkat harga. Barang atau jasa yang akan dijual (ditawarkan) oleh para calon penjual bertambah. Jika harga naik, jumlah barang yang akan dijual (ditawarkan) berkurang karena para penjual khawatir akan menanggung rugi. Karena hanya sedikit calon penjual yang akan menjual (menawarkan) barangnya. Dengan demikian, naik turunnya harga barang searah dengan bertambah dan berkurangnya barang yang akan dijual (ditawarkan) oleh calon penjual. Jumlah barang dan jasa yang akan dijual oleh masyarakat dipengaruhi oleh faktor pengaruh tingkat harga dan situasi atau waktu. Jumlah barang dan jasa yang akan dijual oleh masyarakat pada tingkat harga tertentu dan dalam situasi tertentu dinamakan penawaran. Naik turunnya jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dianggap sebagai akibat dari perubahan harga barang itu sendiri. Oleh karena itu, kita merumuskan pengertian penawaran berdasarkan anggapan bahwa faktor-faktor selain harga tidak berubah. Faktor-faktor tersebut adalah biaya produksi, teknologi, harga barang atau jasa pengganti pajak, prakiraan harga di masa datang, dan tujuan perusahaan.

b. Macam-Macam Penawaran
Ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dibagi menjadi beberapa macam, yaitu: penawaran individual, dan kolektif.
  1. Penawaran perorangan atau penawaran individual adalah jumlah barang yang akan dijual oleh seorang produsen.
  2. Penawaran kolektif atau penawaran pasar adalah keselurahan jumlah suatau barang yang ditawarkan oleh produsen-produsen di pasar.
c. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Penawaran
Penawaran terhadap barang dan jasa, dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain: 
(1) biaya produksi, 
(2) teknologi, 
(3) harapan keuntungan, 
(4) kebutuhan akan uang, 
(5) harapan harga masa depan, dan tujuan-tujuan tertentu.

d. Hukum Penawaran
Bunyi hukum penawaran adalah “Semakin tinggi harga suatu barang atau jasa, semakin besar jumlah penawaran barang atau jasa dari pihak produsen”. Sebaliknya, “Semakin rendah harga barang atau jasa, semakin rendah pula penawaran barang atau jasa”.Terbatasnya jumlah barang yang akan dijual menimbulkan adanya penawaran. Apabila harga barang naik, penjual akan menambah jumlah barang yang ditawarkan.

e. Kurva Penawaran

Hubungan antara jumlah barang ataupun jasa yang ditawarkan dengan tingkat hargatertentu disebut kurva penawaran. Contoh sebagai berikut:

Kurva Penawaran


Grafik di atas merupakan kurva penawaran. Dari kurva di atas terlihat bahwa kurva penawaran bergerak dari kiri bawah ke kanan atas. Artinya apabila harga tomat naik, maka jumlah tomat yang ditawarkan naik.Perlu diketahui bahwa istilah penawaran dengan jumlah barang yang ditawarkan tidaklah sama. Kenaikan jumlah tomat yang ditawarkan. Alasannya, kenaikan tersebut masih berada dalam suatu kurva penawaran.

Bagaimana cara membuat kurva penawaran?
Simak video singkat di bawah ini

Membuat Kurva Penawaran

3. Harga Keseimbangan (Equilibrium price)
a. Pengertian Harga Keseimbangan
Harga diartikan nilai barang yang diuangkan. Keseimbangan diartikan sebanding/setara. Harga keseimbangan diartikan suatu barang yang apabila ditukarkan akan memiliki nilai yang seimbang/setara dengan barang itu. Harga barang di pasar terbentuk melalui tawar-menawar antara calon pembeli dan penjual. Perbedaan harga antara penjual dan pembeli menimbulkan tawar menawar untuk mencapai harga mufakat di antara kedua belah pihak. Harga mufakat ini dinamakan harga pasar atau harga objektif. Terbentunya harga dapat ditentukan berdasarkan hukum permintaan dan penawaran, yaitu:
  1. Harga akan tetap jika permintaan dan penawaran seimbang. Artinya, jika jumlah peredaran barang/jasa sesuai jumlah kebutuhan manusia sehingga harga akan stabil.
  2. Permintaan akan bertambah jika harga turun, sedangkan penawaran akan berkurang jika harga turun.
  3. Semakin kecil permintaan, semakin tinggi harganya. Sebaliknya, semakin banyak penawaran maka harganya akan semakin tinggi
b. Proses Terbentuknya Harga Keseimbangan
Faktor terpenting dalam pembentukan harga adalah kekuatan permintaan dan penawaran. Permintaan dan penawaran akan berada dalam keseimbangan pada harga pasar jika jumlah yang diminta sama dengan jumlah yang ditawarkan. Pada harga keseimbangan, kurva permintaan dan penawaran akan berpotongan pada satu titik keseimbangan (equilibrium). Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel serta kurva permintaan dan penawaran kacang tanah berikut ini berikut ini!

 
Pada tabel di atas, dapat disimpulkan akan terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran yaitu pada harga kacang tanah Rp16.000,00 dengan jumlah permintaan dan penawaran 8 kg kacang tanah. Hal ini dapat diperjelas dengan grafik. Pada grafik tersebut, titik keseimbangan (Equilibrium) pada harga Rp16.000,00 (titik E) dan terjadi keseimbangan antara permintaan dan penawaran pasar pada harga Rp16.000,00 permintaan dan penawaran pasar untuk kacang tanah mencapai jumlah yang sama yaitu 8 kg. Titik keseimbangan antara permintaan dan penawaran terhadap suatu barang dan jasa disebut harga pasar.


c. Peranan Pemerintah dalam Penentuan Harga di Pasar 
Pemerintah memegang peran penting dalam menentukan harga pasar, karena pemerintah sebagai pembuat kebijakan baik dalam hal pembatasan produksi, harga beli/jual, dan subsidi.
  1. Pembatasan produksi (penentuan quota) dilakukan oleh pemerintah bertujuan untuk membatasi jumlah barang yang ditawarkan sehingga tidak terjadi kelebihan penawaran. Dengan demikian harga diharapkan dapat naik melebihi harga pasar.
  2. Pembelian atau penjualan oleh pemerintah, dilakukan dengan kebijakan membeli atau menjual hasil produksi pertanian. Jika pada suatu musim panen tertentu hasilnya melimpah tidak sebanding dengan pertambahan permintaan, pemerintah akan membeli kelebihan penawaran yang terjadi sebaliknya pemerintah akan menjual hasil pertaniannya pada masa kekurangan penawaran.
  3. Pemberian subsidi dilakukan oleh pemerintah dengan cara meberikan harga jaminan atas hasil pertanian tertentu misalnya dengan menentukan harga lebih tinggi dari harga pasar, sedangkan kelebihannya disubsidi oleh pemerintah, sehingga petani tidak merugi.


LATIHAN SOAL

Kerjakan latihan soal di bawah ini. Kerjakan di bukumu, kemudian kirim melalui classroom

1. Catatlah dan buatlah kurva permintaan berdasarkan tabel yang tersedia di bawah!
    

2. Buatlah kesimpulan mengenai permintaan dan hukum permintaan!
3. Catatlah dan buatlah kurva penawaran berdasarkan tabel yang tersedia di bawah ini!
  

4. Buatlah kesimpulan mengenai penawaran dan hukum penawaran!
5. Perhatikan kurva harga keseimbangan Jambu Air berikut. 
   Buatlah tabel harga keseimbangan dari kurva di atas!


Selamat Mengerjakan